fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

FK UNS Berkolaborasi dengan PERHATI-KL Solo Adakan Pengabdian Masyarakat di SDN 1 Sobokerto Boyolali


 

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL) Cabang Solo melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat One Stop Multidisciplinary Airway, Hearing, and Development Screening (OSPAHS) dengan mengusung tema "Healthy Sleep, Healthy Hearing, Healthy Future". Kegiatan ini sebagai inovasi layanan kesehatan yang mengintegrasikan pemeriksaan kesehatan tidur, pendengaran, serta tumbuh kembang anak dalam satu rangkaian pemeriksaan yang komprehensif melalui pendekatan multidisiplin. 

Program OSPAHS ini melibatkan berbagai disiplin ilmu di lingkungan FK UNS, diantaranya Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan THT-BKL, PPDS Neurologi, PPDS Ilmu Kesehatan Anak, PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, PPDS Radiologi, PPDS Anestesiologi, serta PPDS Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik. Acara ini dilaksanakan di SDN 1 Sobokerto, Boyolali dan diikuti sebanyak 133 peserta pada Minggu (19/07/2026). 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini lahir dari kepedulian terhadap banyaknya kasus gangguan tidur, gangguan pendengaran, maupun keterlambatan tumbuh kembang pada anak yang baru diketahui setelah menimbulkan dampak terhadap kemampuan belajar, perkembangan bahasa, perilaku, hingga kualitas hidup mereka. Melalui deteksi dini, berbagai risiko tersebut diharapkan dapat dikenali lebih cepat sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan.

Dalam pelaksanaan OSPAHS, para siswa menjalani berbagai tahapan skrining, mulai dari penilaian risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) menggunakan Pediatric Sleep Questionnaire, pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran, evaluasi kondisi hidung dan tonsil, pemeriksaan status gizi dan tumbuh kembang, skrining neurologis dan perilaku, pemeriksaan sistem pernapasan, penilaian kelainan kraniofasial dan jalan napas, hingga pemeriksaan radiologi apabila diperlukan. Seluruh hasil pemeriksaan kemudian dikaji secara terpadu oleh tim multidisiplin untuk menentukan tingkat risiko setiap anak, sekaligus menyusun rekomendasi tindak lanjut maupun rujukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

(Geser untuk foto selanjutnya)

Kolaborasi lintas disiplin pada program ini memungkinkan setiap anak memperoleh penilaian kesehatan yang menyeluruh dalam satu kali kunjungan. Selain melakukan skrining, tim dokter spesialis THT-BKL juga memberikan pelayanan kesehatan telinga berupa pemeriksaan, tindakan aural toilet sesuai indikasi medis, serta edukasi dan konsultasi kepada para siswa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan telinga sejak usia dini sekaligus mendorong deteksi dini gangguan pendengaran yang sering kali tidak disadari.

Keikutsertaan tim PPDS Anestesi juga menjadi bagian penting dalam program ini, khususnya dalam melakukan skrining risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau gangguan henti napas saat tidur yang sering ditandai dengan kebiasaan mendengkur pada anak. Hasil skrining tersebut tidak hanya menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan lebih lanjut, tetapi juga berperan dalam meningkatkan keselamatan apabila anak memerlukan tindakan operasi di kemudian hari. Melalui program OSPAHS, keluarga memperoleh kemudahan karena berbagai pemeriksaan yang saling berkaitan dapat dilakukan secara terintegrasi di satu lokasi tanpa harus mendatangi beberapa fasilitas kesehatan. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini, meningkatkan ketepatan rujukan, serta menghadirkan layanan kesehatan yang lebih efektif bagi anak usia sekolah.

Sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, program ini juga menghasilkan berbagai luaran, mulai dari model skrining terpadu OSPAHS, standar operasional prosedur (SOP), booklet dan video edukasi, sistem rujukan multidisiplin, hingga publikasi ilmiah dan media massa. Ke depan, OSPAHS diharapkan dapat menjadi model pengembangan layanan kesehatan sekolah yang lebih komprehensif di berbagai daerah. Sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam memperkuat deteksi dini gangguan kesehatan anak, sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.


Humas FK UNS