fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

RG Biologi Molekuler, Imunologi dan Complementer FK UNS Latih Kader Posyandu Gunung Kidul Deteksi Dini Hipertensi


 

Puluhan kader kesehatan desa dari Desa Karang Asem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul memenuhi Pendapa Sutra Buwana, Sabtu (20/6/2026). Mereka mengikuti pelatihan pemberdayaan kader kesehatan dalam mencegah dan mengatasi hipertensi yang diselenggarakan Research Group Biologi Molekuler, Imunologi dan Complementer (RG BIMOLI.COM) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) Surakarta.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset UNS dengan nomor kontrak 463/UN27.22/PT.01.03/2026 ini menghadirkan dua pembicara utama dari FK UNS, yakni dr. Agus Jati Sunggoro, Sp.PD., Subsp.HOM(K), FINASIM, dan Prof. Dr. Ida Nurwati, dr., M.Kes., Sp.Ak selaku Ketua RG BIMOLI FK UNS.

Dalam sesinya, dr. Agus Jati memaparkan materi tentang pengenalan hipertensi, klasifikasi tekanan darah, faktor risiko, hingga tanda bahaya yang memerlukan rujukan segera ke fasilitas kesehatan. Ia menekankan pentingnya peran kader sebagai garda terdepan deteksi dini di tingkat komunitas.

“Hipertensi itu silent killer. Banyak warga yang tidak pusing, tidak ada keluhan, tapi tekanan darahnya sudah sangat tinggi. Kader adalah orang pertama yang bisa menangkap ini sebelum terlambat,” ujar dr. Agus Jati di hadapan para peserta yang mayoritas ibu-ibu kader posyandu.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Prof. Dr. Ida Nurwati dalam sesinya menyampaikan materi tentang pencegahan hipertensi melalui pola makan DASH Diet, akupresur mandiri, dan pentingnya kepatuhan minum obat bagi warga yang sudah terdiagnosis. Ia menegaskan bahwa buku saku yang dibagikan hari ini dirancang khusus untuk kader, bukan tenaga medis.

“Kami sengaja menulis buku ini dalam bahasa yang paling sederhana. Karena kader yang ada di lapangan setiap hari, bukan kami yang ada di rumah sakit,” kata Prof. Ida.

Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para kader antusias mengajukan pertanyaan seputar cara menangani warga yang menolak minum obat, penanganan ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, hingga pertanyaan tentang penggunaan jamu sebagai pendamping pengobatan.

Sesi praktik menjadi bagian yang paling dinantikan peserta. Para kader secara bergantian mempraktikkan cara mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter digital di bawah bimbingan tim FK UNS. Tim juga memperkenalkan logbook pemantauan hipertensi — buku catatan khusus yang dirancang untuk membantu kader mencatat hasil pengukuran tekanan darah warga setiap bulan, memantau warga berisiko tinggi, dan mendokumentasikan tindak lanjut yang telah dilakukan.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Selain pelatihan, RG BIMOLI.COM juga membagikan buku saku berjudul “Buku Saku untuk Kader: Peduli Hipertensi — Panduan dalam Deteksi Dini, Pencegahan, dan Pemantauan Tekanan Darah” serta leaflet edukasi kepada seluruh peserta untuk dibawa pulang sebagai referensi di lapangan.

Ketua Pengabdian, Dr. dr. Dwi Surya Supriyana, M.Kes., Sp.Ak., menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi FK UNS terhadap persoalan kesehatan masyarakat di tingkat desa. “Kami berharap setelah pelatihan ini, setiap kader mampu mendeteksi hipertensi lebih awal, mengedukasi warga dengan benar, dan merujuk tepat waktu,” ujarnya.

Kegiatan yang juga melibatkan sembilan dosen dan sepuluh mahasiswa FK UNS ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa setempat. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dan berfoto bersama di akhir kegiatan sebagai penutup hari yang penuh semangat.

(Geser untuk foto selanjutnya)


Humas FK UNS