fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

Kebidanan FK UNS dan Khon Kaen University Perkuat Clinical Reasoning Mahasiswa


 

Program Studi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Sebelas Maret (UNS), Indonesia, bersama Department of Midwifery, Faculty of Nursing, Khon Kaen University (KKU), Thailand, menyelenggarakan Thai–Indonesia Midwifery Case Conference 2026 bertema “Midwifery Across Borders: Case Conference” pada Senin, 28 September 2026 secara daring. Kegiatan yang diketuai oleh Associate Professor Thiwawan Thepha, RN, Midwife, PhD dan Dr. Rizka Ayu Setyani, SST, MPH diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran kolaboratif bagi mahasiswa dan akademisi kebidanan Indonesia dan Thailand untuk memperkuat clinical reasoning, komunikasi profesional, serta pemahaman terhadap perbedaan konteks pelayanan maternal.

Kegiatan konferensi kasus ini mempertemukan lebih dari 120 mahasiswa, dan staf/dosen dari kedua institusi. Dari UNS, sebanyak dua kelompok terlibat sebagai presenter yang didampingi oleh Rufidah Maulina, S.ST., M.Sc., dan Nurul Jannatul Wahidah, S.ST., M.Kes., sebagai dosen fasilitator. Kasus yang dipresentasikan yaitu asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan pencegahan perdarahan di pelayanan kesehatan primer serta persalinan presipitatus pada multigravida dengan anemia. Model pembelajaran dirancang tidak sekadar sebagai presentasi kasus, tetapi melalui tahapan present–think–discuss–compare–learn together, sehingga peserta didorong untuk memahami alasan di balik setiap keputusan klinis dan membandingkannya dengan pendekatan di negara lain.

Pada sesi kasus dari Thailand, peserta membahas dua isu klinis penting, yaitu persalinan prematur yang mengancam dengan persalinan yang berlangsung cepat serta hipertensi yang dipicu oleh kehamilan dengan tanda-tanda preeklamsia. Kedua kasus tersebut dipilih untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan asesmen risiko, mengenali tanda bahaya, menentukan prioritas asuhan, mempertimbangkan pilihan tata laksana, serta memahami kebutuhan kolaborasi dan rujukan.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Riset FK UNS, Prof. Prof. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya internasionalisasi pendidikan kesehatan melalui pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa internasionalisasi pendidikan bukan hanya tentang mempertemukan mahasiswa dari dua negara, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang memperkuat kompetensi klinis, kemampuan komunikasi, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan kesehatan global.” 

Sejalan dengan itu, Ketua Program Studi S1 Kebidanan, Dr. Ika Sumiyarsi Sukamto, S.SiT., M.Kes mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis kasus dan pengalaman internasional. Hal ini didukung oleh pernyataan Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, “Mahasiswa perlu belajar bahwa keputusan klinis tidak berdiri sendiri. Mereka harus mampu mengintegrasikan data klinis, evidence, keselamatan pasien, komunikasi, budaya, dan sistem layanan dalam menentukan asuhan kebidanan.”

Sementara itu, Assistant Dean for Global Affairs, Faculty of Nursing, Khon Kaen University, Asisstant Professor Wiphawadee Potisopha, PhD, RN, menekankan bahwa pertukaran perspektif antara Thailand dan Indonesia dapat memperkaya proses belajar mahasiswa. “Through sharing real clinical cases, students can learn not only different approaches to midwifery care, but also how clinical reasoning is shaped by culture, health systems, resources, and professional practice.”

(Geser untuk foto selanjutnya)

Kegiatan ini mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), SDG 10 (Reduced Inequalities), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Dampak yang diharapkan mencakup peningkatan clinical reasoning, kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, kompetensi lintas budaya, serta jejaring pendidikan kebidanan internasional.

Ke depan, kegiatan ini berpotensi dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa dan staf/dosen, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi bersama. Dengan demikian, Midwifery Across Borders diharapkan tidak hanya menjadi konferensi, tetapi juga menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan untuk membangun pendidikan kebidanan yang lebih kuat di tingkat global.

Humas FK UNS